Linux itu apa sih?

Linux adalah sistem operasi unix-like. Linux berjalan di atas kernel Linux (kernel linux termasuk pada kernel monolithic ). Kernel linux pertama kali di rilis oleh Linus Torvalds pada 17 September 1991.

Sumber gambar: wikipedia
Linus Torvalds, Penulis Kernel Linux

Linux merupakan salah satu sistem operasi Open Source. Jadi kode sumber linux dapat dimodifikasi, digunakan, dan didistribusikan ulang oleh siapa saja. Nama linux berasal dari nama pembuatnya sendiri, yaitu Linus Torvalds. Awalnya linux dikembangkan untuk personal komputer dengan arsitektur Intel x86. Namun sekarang, linux bukan hanya digunakan di personal komputer saja, tapi digunakan untuk server dan bahkan linux telah menjadi basik sistem operasi mobile yang paling populer saat ini, yaitu sistem operasi Android.

Linux memiliki maskot yang unik, yaitu seekor pinguin yang bernama tux. Kenapa maskot linux pinguin? kalau menurut wikipedia, pada suatu hari om Linus ini sedang berjalan-jalan di taman Perth(kaga tau dah itu dimana). Pada saat itu om Linus ini di patuk oleh seekor pinguin, hingga beberapa hari dia demam. Nah dari situlah si om ini berpikir bahwa, pinguin ini sangat cocok untuk menjadi logo dari linux. Setelah itu, dia mengadakan sebuah kompetisi untuk membuat desain pinguin untuk linux. Akhirnya kometisi ini dimenangkan oleh Larry Ewing dengan gambar pinguin yang sedang duduk.

Sumber gambar: Wikipedia
Tux, maskot linux. Hasil karya Larry Ewing

Sistem operasi Linux dikenal dengan istilah Distro Linux. Ada banyak distro linux. Tapi setahu saya ada 3 distro yang sangat populer yaitu Debian, Slackware, dan Redhat. Dari ketiga distro tersebut, masih banyak lagi turunan-turunannya. Distro linux yang pertama saya gunakan adalah Ubuntu. Waktu pertama saya menggunakan linux ketika awal masuk kuliah, sekitar tahun 2010an. Ubuntu adalah distro linux turunan Debian. Saat ini saya masih menggunakan ubuntu 16.04. Tampilannya sangat user friendly (menurut saya). Tapi kalau untuk keperluan server, seringnya menggunakan CentOS.

Biasanya, setiap distro memiliki beberapa versi dari sistem operasinya. Misal versi untuk Desktop dan versi untuk Server. Versi untuk Desktop biasanya sudah disertai dengan salah satu desktop environment (Gnome, MATE, KDE, Xface, dll), aplikasi perkantoran, browser, multimedia, kalkulator, dan lain sebagainya. Kalau versi server biasanya cukup terminal (yang berhasil membuat saya muntah pada awalnya, karena tidak paham bagaimana cara menggunakan terminal. karena setahu saya terminal untuk menunggu bis/angkot hehehe…..) dan beberapa aplikasi server seperti webserver, database server, ftp server, ssh server, dan lain sebagainya.

Share this via , , Google+ and LinkedIn.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *